Powered By Blogger

ASKEP LANSIA DI PANTI WEDHA DENGAN KETIDAKMAMPUAN DAN ALKOHOLISME.Ratnaarianti

 Pengertian Penuaan
Waktu dari lahir sampai keadaan saat ini seorang individu hidup,sbgaimana di ukur dalam satuan khusus.

 Pengertian Tua
Di definisikan Telah hidup untuk waktu yang lama daan umumnya sinonim dengan istilah negatif seperti kuno,antik dan usang.

 Definisi Lansia
Manula sering dihubungkan dengan orang tua yg membungkuk,memakai syal,suara lemah dan gemetar bahkan duduk di kursi roda.

 Pembagian dari lansia menurut WHO
Usia lanjut = 60-74 Tahun
Usia Tua = 75-89 Tahun
Usia sangat lanjut = > 90 Tahun

Ketidakmampuan atau mitos-mitos umum yang sering muncul terhadap lansia :

1. Sebagian besar lansia mengalami dimensia.
2. Sebagian besar lansia merasa tidak menentu dan depresi.
3. Lansia tadak dapat bekerja seefektif orang muda.
4. Lansia tidak dapat mempelajari ketrampilan baru yang komplek dan meraka mengalami penurunan kemampuan intelektual.
5. Sebagian besar lansia sakit dan perlu bantuan pada aktivitas harian.
6. Lansia terpaku dengan cara hidupnya dan tidak dapat berubah.

Asuhan Klien Lanjut Usia Di Panti Wedha

Tujuan pedoman pelayanan ini adalah memberikan arah dan memudahkan petugas dalam memberikan pelayanan sosial,kesehatan dan perawatan lanjut usia di panti wedha ,serta meningkatkan mutu pelayanan bagi lanjut usia.

Tujuan Umum :
 Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia dip anti agar mereka dapat hidup layak.

Tujuan Khusus :
 Terpenuhinya kebutuhan lansia yang mencakup biologis,psikologis sosial dan spiritual.
 Meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia khususnya yang tinggal dipanti wedha dalam memelihara kesehatannya sendiri.
 Memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktivitas lansia.
 Terwujudnya kesejahteraan sosial lansia yang meliputi rasa tenang,tentram,bahagia, dan mendekatkan diri kepada Tuhan YME.
 Meningkatkan peran serta keluarga dan masyarakat dalam upaya pemeliharaan kesehatan lansia.

Sasaran :
1. Pengelola dan petugas penghuni panti
2. Keluarga lansia
3. Masyarakat luas
4. Instansi dan organisasi terkait

Sasaran Khusus :

Lansia penghuni panti

Fungsi pelayanan dapat berupa :
 Pusat pelayanan sosial lanjut usia
 Pusat informasi pelayanan sosial lanjutan usia
 Pusat pengembangan pelayanan lanjut usia
 Pusat pemberdayaan lanjut usia


Kebutuhan dan Tindakan

Dengan memperhatikan keaneragaman latar belakang biopsikososial dan spiritual lanjut usia, kebutuhan dan tindakan dalam pelayanan untuk lanjut usia dapat diidentifikasikan. Dalam tindakan ini petugas berkewajiban memotivasi, mengarahkan, mengajarkan, dan membantu melaksanakan kegiatan lanjut usia.

Kebutuhan Biologis

Makan Dan Minum
 Memberikan makan 3x/hari.
 Menyiapkan makanan yang memenuhi gizi seimbang sesuai petunjuk ahli gizi.
 Menyajikan pada waktu yang di tentukan
 Memantau kesesuaian makan
 Mengganti menu secara periodic

Pakaian
 Menyediakan pakaian yang bersih, nyaman, dan mudah di pakai.
 Memantau dan menyiapkan pakaian bersih, nyaman, dan mudah di cuci.
 Memilih pakaian yang mudah dikenakan, hindarkan penggunaan kancing dan retsleting (terutama bagi yang pikun dan cacat).

Tempat Tinggal
 Menyiapkan tempat tinggal (kamar/barak) yang lebih bersih, nyaman, dan aman.
 Mengupayahkan vestilasi yang cukup.
 Mengupayahkan penerangan yang cukup, terutama cahaya alami.
 Menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keamanan tempat tinggal dan lingkungan.
 Menyiapkan aksesibiliti lansia.

Olahraga
 Mengidentifikasi jenis olah raga yang cocok dan dapat dilakukan oleh lansia (senam lansia, pereganngan otot dan panca-indra, pernafasan, dll)
 Melaksanakan latihan olahraga secara teratur.
 Memantau pelaksanaan olahraga.

Istirahat/Tidur
 Menyiapkan tempat tidur yang nyaman.
 Menciptakan lingkungan yang tenang, nyaman, dan aman.
 Memantau penggunaan waktu istirahat/tidur.
 Bagi yang mengalami gangguan tidur, berikan minuman hangat sebelum tidur, atau latihan fisik untuk melenturkan otot dan memperlancar peredaran darah.

Bila sesak nafas
 Membebaskan jalan nafas:
o Kedurkan pakaian.
o Berikan posisi semifowler
o Bersikan kotoran atau benda asing di sekitar jalan nafas.
o Ajarkan untuk batuk efektif
o Ciptakan lingkungan yang bersih
 Mengajarkan nafas dalam lewat hidung.
 Menganjurkan lansia untuk menghindari aktivitas yang berlebihan.
 Memberikan pertolongan pertama dengan oksigen.

Gangguan penafasan karena batuk
 Mengeluarkan dahak.
o Encerkan dahak dengan minum air putih hangat.
o Ajarkan batuk efektif.
 Berkonsultasi dengan petugas kesehatan bila batuk tidak berkurang setelah 2 minggu.

Kesulitan bernafas karena tersedak
 Memiringkan lansia ke sisi kiri (untuk lansia yang tidak sadar).
 Menepuk-nepuk punggung lansia dengan telapak tangan yang dicembungkan sampai lansia merasa lebih lega.
 Merujuk kepetugas kesehatan bila benda asing tersebut tidak dapat dikeluarkan.

Kekurangan nutrisi
 Mengidentifikasi factor penyebab.
 Merangsang selera makan :
o Berikan makanan yang menarik (warna,aroma,variasi)
o Sajikan makanan dalam porsi kecil dan hangat
o Bila mungkin, beri makanan yang sesuai selera
o Hindari makanan/minuman manis sebelum makan
 Memberi makanan sesuai kebutuhan.
 Memberikan minum sebelum makan.
 Mengatur porsi yang nyaman.
 Bila menggunakan gigi palsu dan kacamata, gunakan saat makan.
 Untuk lansia demensia (pikun)
o Bawa ke toilet sebelum makan
o Tempatkan lansia di tempat yang dilindungi (khusus/isolasi)
o Kenalkan lansia dengan alat makan
o Gunakan piring polos dan konsisten
o Sajikan makan dalam potongan kecil agar tidak tersedak
o Pantau kegiatan makan sampai selesai (jangan sampai tersedak)
o Hindari pengaruh luar dan percakapan yang tidak perlu
o Dorong lansia untuk makan sendiri
o Beri makan sesuai dengan waktunya
o Pastikan makanan habis termakan
o Hindari makanan yang terlalu panas/ dingin

Kelebihan gizi (kegemukan)
o Mengurangi makanan yang tidak perlu (kalori) dan mengikatkan aktivitas (olahraga)
Makan pagi :
- 4 sendok makan nasi (100 gram)
- 1 butir telur ayam (50 gram)
- 1 mangkuk sayur
- Pada pukul 10.00, 1 gelas susu dan 1 potong papaya
Makan siang :
- 6 sendok makan nasi (150 gram)
- 1 potong bandeng presto (75 gram)
- 1 mangkuk sayur (100 gram)
- 1 potong buah (75 gram)
- Pada pukul 16.00, pisang bakar (150 gram + margarin)
Makan malam :
- 4 sendok makan nasi (100 gram)
- 1 potong ikan/ daging (75 gram)
- 1 mangkuk sayur (100 gram)
- 1 potong buah (100 gram)
Memantau saat makan dan makanan sesuai kebutuhan
Menghindari makanan kecil/ makanan tambahan

Kesulitan berkemih
o Mengidentifikasi faktor penyebab :
- Halangan mencapai toilet (cahaya, jauh, berbeda lantai)
- Pikun (pelupa), tidak kenal toilet/ keinginan berkemih
- Penurunan penglihatan
- Kelumpuhan, lemah
o Mengatur toilet agar mudah dijangkau
o Menyediakan pispot di dekat tempat tidur yang mudah dijangkau
o Menempatkan lansia pada posisi nyaman
o Meyakinkan alat bantu lihat (kacamata) tepat/ efektif
o Menyediakan bel untuk meminta bantuan
o Meyakinkan lansia aman dikamar mandi
o Untuk yang pikun :
- Ingatkan untuk berkemih setiap 2 jam (harus didampingi)
- Ajarkan lansia untuk mengenal dan menyatakn keinginan berkemih dan kenali perilaku lansia yang ingin berkemih segera ajak ke kamar mandi
- Bergegas mendatangi lansia bila bel berbunyi
- Biasakan berkemih di kamar mandi
- Reorientasi tempat berkemih/ kamar mandi

o Memberi atas keberhasilan mengontrol berkemih
o Membantu lansia berkemih setiap 2 jam (bila ada kesulitan berkemih di kamar mandi)
o Menghindari makanan yang merangsang berkemih (soda)
o Memerhatikan penggunaan obat yang merangsag berkemih (diuresis)
o Berkonsultasi dengan petugas kesehatan bila mengalami kesulitan

Buang air kecil tidak lancer
o Mengidentifikasi penyebab tidak lancar (stroke, gangguan prostat, pengobatan, dan kurang minum)
o Merangsang dengan mengucurkan air kran dalam baskom
o Memberi minuman soda
o Berkonsultasi ke petugas kesehatan bila belum berhasil

Defekasi tidak lancar (sembelit)
o Memberikan minum yang cukup :
- Beri buah papaya
- Dorong untuk melakukan aktivitas
- Beri obat pencahar (laktasif)
- Konsultasi dengan petugas kesehatan bila usaha tersebut tidak berhasil
o Mengidentifikasi penyebab (jadwal defekasi tidak konsisten / rutin, pikun, kurang aktivitas,makanan berserat, kurang cairan, dan gangguan saraf)
o Mengatasi penyebab sembelit

Buang air besar tidak terkontrol
o Buat jadwal defekasi konsisten setiap hari
o Biasakan pola defekasi maksimal 5 hari sekali
o Latihan (olahraga) rutin untuk menguatkan otot sekitar perut
o Pastikan lansia selalu bersih setelah defekasi dang anti pakaian

Mandi/ kebersihan diri
o Memotivasi lanjut usia untuk mandi 2 kali/ hari
o Menggunakan sabun lunak yang mengadung minyak untuk menambah kesehatan kulit
o Menggunakan air hangat untuk merangsang peredaran darah
o Membersihkan lubang telinga, mata, dan mengguting kuku
o Menjaga kebebasan pribadinya
o Mengingatkan jadwal mandi
o Memerhatikan keselamatan

Perawatan kulit/ kebersihan diri
o Memeriksa kulit, apakah ada lecet/ luka
o Mengoleskan minyak pelembab kulit (losion) setiap selesai mandi agar kulittidak kering
o Menggunakan air hangat untuk mandi untuk merangsang peredaran darah .
o Menggunakan sabun halus. Jangan terlampau sering karena dapat memengaruhi keadaan kulit yang sudah kering dan keriput

Kebersihan kepala dan rambut
o Mengeramas rambut seminggu 3 kali
o Merapikan dan menyisir rambut agar lebih bersih

Kebersihan gigi dan mulut
o Membantu menyikat gigi secara teratur ± 2 kali/ hari, pagi dan malam sebelum tidur
o Berkonsultasi dengan petugas kesehatan (bila ada gigi berlubang)
o Membersihkan gigi perlahan di air mengalir. Bila perlu, gunakan pasta gigi (bagi yang menggunakan gigi palsu)
o Melepaskan gigi palsu pada waktu tidur dan direndam di air bersih
o Menyikat gusi dan lidah setiap selesai makan

Kebersihan kuku
o Merendam kuku dalam air hangat
o Memotong kuku secara teratur (1 kali seminggu)
o Memotong kuku jangan terlalu pendek

Kebersihan tampat tidur
o Membersihkan dan merapikan tempat tidur setiap bangun tidur
o Membalik kasur yang cekung setiap kali tempat tidur dibersihkan
o Mengganti seprei 2 kali seminggu (sesuai kebutuhan)
o Menjemur kasur di terik matahari

Kebutuhan Psikologis

Sering marah
o Mengidentifikasi dan mengatasi penyebab sering marah
o Mengajarkan lansia cara marah yang baik/ sehat
o Mendampingi lansia saat marah sedang memuncak (untuk keamanan)
o Mendorong lansia mengungkapkan perasaan dan rasa marahnya
o Meluangkan waktu memberi perhatian pada lansia
o Memberi pujian atas perilaku marah yang baik

Rasa aman dan tenang
o Meluangkan waktu beberapa menit untuk mendengarkan yang dikeluhkan
o Memberi penjelasan secara singkat
o Jangan menuntut lansia memutuskan hal saat itu juga
o Melibatkan orang terdekat untuk meyakinkan lansiayang disukai
o Menanyakan kepada lansia kegiatan
o Memberi pujian untuk lansia

Ketergantungan
o Mengidentifikasi ketergantungan lansia
o Menumbuhkan rasa percaya diri agar tidak bergantung pada orang lain
o Memberi kegiatan secara bertahap
o Memberi kegiatan secara wajar
o Memberi penghargaan atas hasil kerja lansia

Sedih dan kecewa
o Mengidentifikasi penyebab kesedihan dan kekecewaan
o Meluangkan waktu untuk bercakap-cakap denagn lansia
o Memberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan
o Menerima lansia apa adanya
o Mengembangkan sikap positif lansia

Kesepiaan
o Mendampingi lansia
o Mendengarkan keluhan
o Mengarahkan kegiatan yang bermanfaat

Kebutuhan Sosial

Aktivitas yang bermanfaat
o Mengidentifikasi kemampuan/ potensi lansia sesuai dengan hobi
o Menciptakan kegiatan/ peluang kerja yang bermanfaat
o Memberi penghargaan dan hukuman yang layak atas kegiatan yang dilakukan

Kesulitan menyesuaikan diri
o Mengidentifikasi kesulitan penyesuaian diri
o Mengintegrasikan lansia ke dalam situasi, lingkungan, dan kegiatan panti
o Memotivasi agar dapat berinteraksi dengan situasi, lingkungan, dan kegiatan panti

Kesulitan berhubungan dengan orang lain
Kesulitan ini mungkin berhubungan dengan keluarga, sesama lansia, atau petugas
o Mengidentifikasi adanya penyebab kesulitan berhubungan
o Mendorong lansia mengungkapkan masalah isi hatinya yang dipandu oleh petugas
o Melibatkan lansia dalam kegiatan kelompok

Bersosialisasi dengan sesama lansia
o Menyediakan tempat dan waktu untuk kegiatan bersama
o Mengarahkan kegiatan bersama sehingga berdampak positif


Kunjungan keluarga
o Menghubungi dan memotivasi keluarga lansia untuk sering berkunjung (bersilaturahmi) atau sebaliknya, sesuai prosedur
o Menyediakan tempat pertemuan yang nyaman
o Memberi kesempatan kepada lansia untuk berkunjung kekeluarga dengan ketentuan :
- Mampu secara fisik dan mental
- Membawa surat izin



Rekreasi/ hiburan (di dalam dan di luar panti)
o Menyediakan sarana hiburan dalam panti, antara lain TV, radio, karaoke, organ, angklung, rebana dan lain-lain
o Membuat jadwal kegiatan
o Mengundang relawan untuk menghibur lansia dengan kemampuan masing-masing
o Menyelenggarakan acara dari, oleh, untuk, dan bersama lansia
o Darmawisata ke objek pariwisata
o Menghubungi relawan, sponsor/ donator yang peduli tehadap lansia

Mengikuti pendidikan usia ketiga
o Mengidentifikasi kemauan, kemampuan, dan kesempatan
o Menghubungkan lansia dengan program pendidikan usia ketiga
o Memfasilitasi lansia untuk mengikuti pendidikan
o Mendorong semangat lansia untuk mengikuti pendidikan tersebut

Tabungan/ simpanan bagi lansia yang berpenghasilan
o Membantu cara menyimpan uang yang aman melalui perbankan
o Membantu mengamankan/ mengalihkan uang simpanan dari pihak yang berhak


Kebutuhan Spiritual
Bimbingan kerohaian
o Mengenali dan memahami keyakinan dan kepercayaan yang di anut lansia
o Memberi motivasi untuk melakukan kegiatan keagamaan
o Memberi pemahaman yang berhubungan dengan keagamaan
o Mengikutsertakan lansia dalam kegiatan kerohanian
o Menyediakan sarana dan prasarana peribadatan seperti pembimbing, tempat beribadah, buku keagamaan
o Mengingatkan agar selalu melakukan ibadah
o Memberi pujian atas usaha yang di capai sebagai tanda penghormatan
o Memberi kesempatan beribadah
o Menghubungi pemuka agama dalam rangka bimbingan
o Menyelenggarakan peringatan hari besar keagamaan

Akhir hayat yang bermatabat
o Mengidentifikasi lansia yang meninggal dunia (terutama menurut agama dan kepercayaan)
o Memperoleh persetujuan keluarga
o Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan jenazah
o Memberi penghormatan terakhir sesuai dengan agama, keyakinan, dan kepercayaan lansia masing-masing

10 kebutuhan lansia (10 needs of the elderly) menurut Darmojo (2001) adalah sebagai berikut :
1. Makanan cukup dan sehat (healthy food)
2. Pakaian dan kelengkapannya (cloth and common accessories)
3. Perumahan/ tempat tinggal/ tempat berteduh (home, place to stay)
4. Perawatan dan pengawasan kesehatan (health care and facilities )
5. Bantuan teknis praktis sehari-hari/ bantuan hukum (technical, judicial assistance)
6. Transportasi umum (facilities for public transportation)
7. Kunjungan/ teman bicara/ informasi (visits, companies, information)
8. Rekreasi dan hiburan sehat lainnya (recreational activities, picnic)
9. Rasa aman dan tentram (safety feeling)
10. Bantuan dan alat-alat pacaindra (other assistance/aids). Kesinambungan bantuan dana dan fasilitas (continuation of subsidies and facilities)

Terapi Modalitas

Terapi modalitas merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang bgi lansia.
1. Tujuan
 Mengisi waktu luang bagi lansia
 Meningkatan kesehatan lansia
 Meningkatkan produktivitas lansia
 Meningkatkan interkasi sosial antarlansia



2. Jenis kegiatan
 Psikodrama
Bertujuan untuk mengekspresikan perasaan lansia. Tema dapat dipilih sesuai dengan masalah lansia
 Terapi aktivitas kelompok (TAK)
Terdiri atas 7-10 orang
Bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan, bersosialisasi,bertukar pengalaman, dan mengubah perilaku. Untuk terlaksananya terapi ini dibutuhkan leader, to leader, dan fasilisator. Misalnya cerdas cermat, tebak gambar dan lain-lain
 Terapi musik
Bertujuan untuk menghibur para lansia sehingga meningkatkan gairah hidup dan dapat mengenang masa lalu
 Terapi berkebun
Bertujuan untuk melatih kesabaran, kebersamaan dan mamanfaatkan waktu luang
 Terapi dengan binatang
Bertujuan untuk meningkatkan rasa kasih saying dan mengisi hari-hari sepinya dengan bermain bersama binatang
 Terapi okupasi
Bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang dan meningkatkan produktivitas dengan membuat atau menghasilkan karya dari bahan yang telah disediakan
 Terapi kognitif
Bertujuan agar daya ingat tidak menurun. Seperti mengadakan cerdas cermat, mengisi TTS dan lain-lain
 Life review terapi
Bertujuan untuk meningkatakan gairah hidup dan harga diri dengan menceritakan pengalaman hidupnya
 Rekreasi
Bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi, gairah hidup, menurunkan rasa bosan dan melihat pemandangan
 Terapi keagamaan
Bertjuan untuk kebersamaan, persiapan menjelang kematian, dan meningkatkan rasa nyaman. Seperti mengadakan pengajian, kebaktian, dan lain-lain.




PENYALAHGUNAAN ALKOHOL

PENDAHULUAN
Penyalahgunaan alkohol adalah lazim namun sering kali kondisisnya tidak diakui pada lansia. Penelitian mengemukakan bahwa dari 10 juta alkoholik di Amerika Serikat, sekitar 3 juta di antaranya berumur di atas 60 tahun.
Awitan dini penyalahgunaan alkohol di alami 50-75% alkoholik lansia. Alkoholik awitan dini biasanya mulai menjadi penyalahgunaan pada saat lansia berumur tiga puluhan dan empat puluhan.
Alkoholik awitan lanjut biasanya tidak mulai minum alkohol sampai mereka berusia 60 atau lebih tua. Mereka menjadi peminum reaktif yang mulai minum akibat dari stres dan kehilangan yang berhubungan dengan penuaan.

DEFINISI
[Alkoholisme] adalah penyakit primer, kronis dengan faktor-faktor genetik, psikososial dan lingkungan yang memengaruhi perkembangan dan manifestasinya. Penyakit ini sering bersifat progresif dan fatal. Dicirikan dengan gangguan pengendalian minum-minuman keras, terpaku dengan alkohol penggunaan alkohol meskipun sudah mengetahui tentang konsekuensi dan distorsi pikir yang merugikan, paling banyak tejadi penyangkalan. 

Pemicu yang menyebabkan alkoholisme pada lansia:
·         Perubahan fisik yang menyebabkan imobilitas, isolasi, hilangnya kesehatan, dan kadang kala nyeri kronis.
·         Kehilangan emosional, seperti kehilangan pasangan hidup, teman, keluarga, dan teman kerja.
·         Kehilangan tujuan, identitas, cita-cita, dan harga diri yang terkait dengan kehilangan pekerjaan.
·         Perasaan ketidakberdayaan
·         Kehilangan rutinitas
·         Kebosanan
·         Masalah keuangan

Tanda dan Gejala
o   Alkoholisme
o   Masalah perawatan diri
o   Tanda-tanda cedera, seperti sering jatuh, kecelakaan, memar, tau fraktur
o   Infeksi
o   Perubahan sensori
o   Insomnia
o   Inkontinensia urin
o   Perburukan fungsi kognitif yang mudah diketahui, mencakup konfusi dan kehilangan ingatan jangka pendek
o   Keluhan ansietas
o   Masalah GI, seperti  gastritis, ulkus septum, perdarahan, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, malnutrisi
o   Gangguan cara berjalan
Riwayat pasien meliputi kehilangan pasangan, lilitan keuangan, isolasi akibat imobilisasi, baru pesiun, dan tidak punya kerabat dekat.

Alat-alat pengkajian
o   Michigan Alcohol Screening Test (MAST)
Sebuah kuisioner yang terdiri dari 25 pertanyaan. Mudah di gunakan karena hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit untuk mengisinya, tidak butuh pelatihan khusus dalam mengerjakannya, dan memiliki validitas tinggi.
o   Kuisioner CHARM dan CAGE
Kuisioner singkat, pemeriksaan yang tidak dinilai yang memberi beberapa standarisasi untuk riwayat kesehatan. Kuisiner CHARM menggunakan akronim charam untuk mendapatkan informasi mengenai alkohol dan jenis obat-obatan yang di gunakan lansia. Kuisioner CAGE yang hanya menanyakan 4 pertanyaan, sangat efektif dalam mengidentifikasi alkoholik di daerah klinis.

MAST-G: tes skrining alkoholisme pada lansia
Beri angka setiap jawaban “ya” dengan nilai 1, beri setiap jawaban “tidak” dengan nilai 0.
Jawaban “ya” yang berjumlah lima atau lebih mengindikasikan pasien memiliki masalah alkohol.
No
Pertanyaan
Ya (1)
Tidak (0)
1.
Setelah minum minuman keras apakah anda menyadari peningkatan pada frekuensi dan detak jantung anda?


2.
Ketika anda dengan orang lain, apakah anda pernah meremehkan berapa banyak sesungguhnya anda minum minuman keras?


3.
Apakah alkohol membuat anda mengantuk sehingga anda sering tertidur di bangku?


4.
Setelah minum beberapa gelas minuman keras apakah kadang kala tidak makan atau lupa makan karena anda merasa tidak lapar?


5.
Apakah minum beberapa gelas minuman keras membantu anda mengurangi gemetar atau tremor anda?


6.
Apakah alkohol kadang kala membuat anda sulit untuk mengingat bagian pada siang atau malam hari?


7.
Apakah anda memiliki peraturan untuk anda sendiri bahwa anda tidak akan makan minum-minuman keras sebelum waktu tertentu pada hari?


8.
Apakah anda kehilangan ketertarikan pada kegemaran atau aktivitas yang biasanya anda nikmati?


9.
Ketika anda bangun di pagi hari, apakah anda mendapatkan kesulitan mengingat bagian pada malam sebelumnya?


10.
Apakah minum-minuman keras membantu anda  tidur?


11.
Apakah anda menyembunyikan botol alokohol anda dari anggota keluarga?


12.
Setelah menghadiri pertemuan sosial apakah anda merasa dipermalukan karena anda minum terlalu banyak?


13.
Apakah anda pernah mengkhawatirkan bahwa minum minuman keras mungkin dapat membahayakan kesehatan anda?


14.
Apakah anda biasanya mengakhiri malam dengan minum segelas minuman keras sebelum tidur?


15.
Apakah anda menemukan bahwa minum minuman keras anda meningkat setelah seseorang yang dekat dengan anda meninggal?


16.
Biasanya apakah anda lebih memilih minum minuman keras lebih banyak di rumah daripada menghadiri acara-acara sosial?


17.
Apakah anda minum minuman keras lebih banyak sekarang dibandingkan dulu?


18.
Apakah anda biasanya minum minuman keras membuat anda relaks atau menenangkan rasa gugup anda?


19.
Apakah anda minum minuman keras untuk melepaskan pikiran anda dari masalah?


20.
Apakah anda pernah meningkatkan minum minuman keras setelah mengalami kehilangan dalam kehidupan anda?


21.
Apakah anda terkadang mengendarai kendaraan ketika anda minum minuman keras terlalu banyak?


22.
Apakah dokter atau perawat pernah mengatakan mereka khawatir atau prihatin tentang minum minuman keras anda?


23.
Apakah anda pernah membuat peraturan untuk mengendalikan minum minuman keras anda?


24.
Apakah minum minuman keras membantu ketika anda merasa kesepian?



Kuisioner CHARM
Lima pertanyaan ini menggunakan akronim CHARM, garis besar wawancara untuk mengkaji lansia apakah ada penyalahgunaan:
C  : (Cut Down) apakah anda pernah putus atau berheni minum minuman keras?
H  : (How) Bagaimana anda menggunakan alkohol? Ada aturan?
A : (Anyone concerned) Apakah ada orang yang prihatin dengan minum minuman keras anda?
R  : (Relief of problems) Apakah masalah anda tertasi ketika anda menggunakan alkohol?
M : (More dringking) Apakah anda lebih banyak minum minuman keras dari yang anda harapakan?

Pemeriksaan diagnostik
·         Gamma glutamyltranferase (GGT)
Biasanya sensitif dengan efek-efek alkohol. Nilai diatas 24 U/L pada perempuan dan diatas 37 U/L pada laki-laki dapat mengindikasikan penyalahgunaan alkohol.
·         Mean cospular volume (MCV)
Rasio hitung sel darah merah (SDM) hematokrit, mengindikasikan ukuran SDM dan membantu mendiagnosa anemia, akibat dari alkoholisme. Nilai MCV yang normal adalah 80 sampai 96 µm³.
·         Pemeriksaan darah
Dapat mengindikasikan malabsorbsi folat,vitamin B, dan lemak (pada sekitar satu setengah dari penyalahgunaan alkohol).

Diagnosis keperawatan utama dan kriteria hasil
·         Ketidakseimbangan nutrisi berhubungan dengan konsumsi alkohol dan kebiasaan diet yang buruk.
Kriteria hasil: pasien akan meningkatkan status nutrisi dan menurunkan konsumsi alkohol
·         Ansitas berhubungan dengan kehilangan kendali dan krisis personal.
Kriteria hasil: pasien akan melaporkan perasaan sembuh dan pengendalian atas toindakan.
·         Ketidakberdayaan yang berhubungan dengan kecanduan alkohol
Kriteria hasil: pasien akan mengatakan pengendalian atas kecanduannya.
·         Resiko cedera behubungan dengan perubahan persepsi
Kriteria hasil: pasien akan terhindar dari cedera dan tidak mencederai orang lain
·  





Intervensi keperawatan
·         Orientasikan pada pasien tentang realita karena ia dapat mengalami halusinasi dan dapat mencoba melukai diri sendiri atau orang lain.
·         Pantau pasien apakah ada tanda dan gejala depresi atau rencana bunuh diri.
·         Dekati pasien denga cara yang tidak nengancam.
·         Evalusi tingkat penolakan, hubungan yang signifikan, riwayat penyalahgunaan alkohol, dan aktivitas hiburan yang berhubungan sebelum penyalahgunaan alkohol.
·         Bantu pasien menerima dan masalah minum minuman keras dan kebutuhan untuk pantangan.
·         Dorong perilaku sehat yang positif dan tawarkan dukungan emosional dengan sikap tenang dan tidak menghukum

Penyuluhan pasien
o   Pastikan anggota keluarga menyadari kecanduan pasien.
o   Berikan pengetahuan pada pasien dan anggota keluarga mengenai penyakit dan tekankan bahwa pasien harus berhenti alkohol selama hidupnya.
o   Buat anggota keluarga dan pasien sadar bahwa efek alkohol mempengaruhi setiap panca indera dan bahwa seluruh persepsi paien mungkin tidak benar.
o   Ajarkan keluarga dan pasien kebutuhan untuk memperbaiki kebiasaan diet yang berhubungan dengan defisit akibat konsumsi alkohol.
o   Anjurkan anggota keluarga untuk memantau penggunan alkohol pasien dan waspadai fungsi motorik yang tidak stabil.
o   Ingatkan anggota keluarga dan pasien bahwa pasien dapat kambuh lagi tapi bantuan akan selalu ada.


Daftar Pustaka

  1. Stockslager,Jaime L..Asuhan Keperawatan Geriantrik.ed.2.2007:EGC.Jakarta
  2. Nugroho,wahyudi.Keperawatan Gerontik.2000:EGC.Jakarta
  3. Waston,Roger.Perawatan Lansia.2003:EGC.Jakarta
  4. Mariyam,R.Siti,dkk.Mengenai Usia Lanjut Dan Perawatannya.2008:Salemba Medika.Jakarta
  5. Stanley, Mickey anad Gauntlett P.2006.Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta:EGC.

0 komentar:

Posting Komentar